BLOG & ARTIKEL

TENTANG PENEMPATAN PKN STAN

Sudah sangat umum ya kalau para Mahasiswa PKN STAN harus sudah siap jiwa raga untuk mendapat penempatan kerja di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia. Baik di Pusat maupun di daerah-daerah pelosok Nusantara.

 

Sebelum menentukan masa depan sebagai mahasiswa PKN STAN berarti harus sudah mengerti sebelumnya bahwa “Lulusan Program Diploma I dan diploma III Keuangan PKN STAN akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Keuangan atau instansi pemerintah lainnya baik di pusat maupun di daerah.”. Hal ini pun tertulis di dalam sebuah kontrak yang harus ditandatangani oleh calon mahasiswa ketika telah dinyatakan lolos USM PKN STAN.

Smartpro Education di sini akan menjabarkan beberapa Pernyataan yang harus dihadapi oleh Lulusan PKN STAN khususnya dalam hal Penempatan Kerja :

1. Penempatan Instansi sepenuhnya tidak dapat ditentukan Sendiri oleh Mahasiswa Lulusan PKN STAN

Mahasiswa Lulusan PKN STAN tidak bisa memilih Instansi dimana ia akan ditempatkan bekerja. Apakah ia akan ditempatkan di Ditjen Bea Cukai, Ditjen Pajak, BPK, BPKP, ataupun Ditjen Perbendaharaan Negara. Penempatan Instansi merupakan hak prerogatif Kementerian Keuangan.

2. Lulusan PKN STAN didistribusikan ke Daerah
Bukan hanya soal penempatan Instansi, tapi lulusan PKN STAN harus sudah siap sedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, di mana pun itu. Maka dari itu Lulusan PKN STAN harus dapat beradaptasi dengan tempat kerja mereka nantinya mengingat negara Indonesia sangat lah luas dan memiliki karakteristik, budaya, adat yang berbeda-beda.

3. Harus siap jauh dari keluarga
Mungkin ini adalah yang paling berat. Bahwasanya sebagai manusia kita bekerja untuk keluarga tapi sebaliknya kita malah jauh dari mereka. Lulusan PKN STAN wajib harus siap untuk hal ini, barangkali mendapat penempatannya bukan daerah asal melainkan ke daerah yang mungkin jauh dari daerah asal.

Hal-hal diatas dapat diusahakan agar dapat terhindar dan mendapat penempatan kerja yang sesuai dengan keinginan, yaitu dengan cara :

1. IPK Harus Tinggi
IPK merupakan hal yang dapat menentukan nasib lulus PKN STAN. Faktor utama dalam penempatan adalah IPK. Meskipun PKN STAN tidak transparan dalam hal penentuan penempatan, tapi nyatanya IPK adalah hal yang paling pertama dilihat saat menentukan penempatan. Biasanya mereka yang mendapat IPK tinggi akan ditempatkan di daerah pusat maupun asal.

2. Tunjukan keahlian non-akademis atau Skill-skill lain
Keahlian, prestasi non-akademis dan soft skill adalah faktor lain yang dapat menentukan penempatan. Bisa saja suatu instansi membutuhkan tenaga lulusan dengan kriteria tertentu misalnya lulusan PKN STAN yang ahli IT, jago bahasa Inggris, ahli fotografi, memiliki keahlian public speaking ataupun memiliki prestasi lainnya. Bisa saja suatu instansi memerlukan seseorang yang cakap untuk dijadikan humas di kantor pusat ataupun seorang juru kamera untuk kegiatan-kegiatan penting lainnya. Biasanya mereka yang berprestasi selalu direkrut di kantor pusat instansi, karena disanalah center of excellence dari kegiatan instansi. Tidak dipungkiri lagi memiliki suatu keahlian khusus akan memberi nilai tambah yang dapat dipertimbangkan untuk ditempatkan di tempat-tempat yang khusus pula.

3. Strategi Dalam Polling Penempatan

Setelah penempatan instansi dan sebelum penempatan daerah, biasanya diadakan suatu polling penempatan daerah. Dalam hal ini seorang lulusan PKN STAN harus menentukan beberapa daerah yang ingin dituju untuk ditempatkan. Dalam pengisian polling ini diperlukan suatu strategi khusus untuk menghindari blunder. Seorang lulusan PKN STAN harus dapat membaca situasi, berada di ranking berapakah dirinya? Jika dirinya berada di ranking tinggi, maka kemungkinan besar pilihannya akan terkabul. Jika berada di ranking menengah maka harus pandai-pandai memilih daerah penempatan yang sesuai dalam artian memilih daerah yang tidak terlalu favorit tetapi tidak terlalu jauh untuk pulang kampung, tidak terlalu tertinggal daerahnya dan betah untuk ditinggali. Namun jika berada di ranking terbawah, berusahalah untuk menerima hasil apapun yang akan terjadi.

4. Ikhtiar, Tawakal dan Berdoa

Usaha yang terakhir dilakukan adalah Ikhtiar, tawakal dan berdoa. Apapun hasilnya harus diterima dengan lapang dada. Dimanapun seorang alumni ditempatkan masih banyak orang yang memiliki nasib yang tidak lebih mujur dari dirinya. Berusahalah untuk menikmati hidup, mengisi waktu dengan hobi sehingga tidak merasa jauh dari keluarga. Beradaptasilah dengan lingkungan yang baru, cari teman sebanyak-banyaknya agar tetap betah di tempat yang baru. Tumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat di kantor. Jika jauh dari keluarga, maka teman-teman kantor adalah keluarga terdekat. Teman-teman kantor juga adalah rekan senasib seperjuangan, jadi perlu sedikit menghibur diri. Lebih baik menghibur diri daripada terus meratapi nasib.

Connect with us

Bintaro Sektor 3A, Jl. Pd. Betung Raya No.87A, Pd. Betung, Pd. Aren,

Kota Tangerang Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 15221

  • Office (021) 7374496

  • Mobile +62 838 0789 1577

  • Email smartpro.education@gmail.com

Newsletter

Enter your email and we'll send you more information