BLOG & ARTIKEL

MENGENAL SEJARAH AKUNTANSI

Hai, SobatSmartpro!

Kalau kamu adalah pencari jurusan kuliah pasca lulus SMA nanti, kamu pasti sudah kenyang dengan nama-nama jurusan yang diusulkan oleh orang-orang di sekitarmu. Mulai dari jurusan sejuta umat dengan peluang masuk yang tipis sampai jurusan aneh yang membuatmu mengernyitkan dahi saat mendengarnya. Bener enggak, tuh?

Dari sekian nama jurusan yang disarankan, dijamin, kamu pasti pernah mendengar nama jurusan ini di antara saran-saran yang berdatangan—akuntansi!

Akuntansi sendiri merupakan sebuah sistem pencatatan yang dilakukan di dalam bisnis dan transaksi finansial lainnya. Dengan peluang kerja yang cukup menjanjikan, enggak heran, akuntansi menjadi jurusan yang ramai peminat. Bayangkan, baik perusahaan kecil atau besar pasti akan membutuhkan orang dari bidang akuntansi untuk mengurus keuangannya. Jadi, enggak salah kalau memang kamu mau masuk akuntansi jika mengharapkan banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia bagi bidang ini.

Nah, terlepas dari niatmu untuk melanjutkan studi ke jurusan akuntansi ataupun tidak, Smartpro Blog telah menyediakan untukmu informasi singkat tentang sejarah akuntansi, nih! Selamat membaca!

 

Akuntansi di Masa Lampau


Berbicara sejarah akuntansi, pasti kita harus mulai dari masa lalu dulu. Sistem dasar dari akuntansi diperkirakan sudah dipergunakan sejak sangat lama, bahkan sebelum peradaban mengenal adanya jual-beli menggunakan alat tukar berupa uang. Penemuan dari arkeolog menunjukkan bahwa sistem pencatatan akuntansi ini telah dipergunakan pada sebuah prasasti yang ditemukan di Mesir dan Mesopotamia.

Para ahli sejarah menyatakan bahwa sistem pencatatan dalam akuntansi bermula dari kebutuhan manusia untuk mencatat transaksi jual-beli maupun bisnis.

Pada abad ke-13, setelah dikenalnya uang dalam perekonomian, orang-orang pelaku jual-beli mulai bergantung kepada pencatatannya masing-masing untuk memantau transaksi-transaksi yang terjadi.

 

Bapak Akuntansi Dunia

en.wikipedia.org
Pada tahun 1458, terjadi sebuah revolusi dalam akuntansi ketika Benedetto Cotrugli menciptakan sistem akuntansi double-entry yang merupakan sistem pencatatan transaksi ke dalam dua bagian, yaitu debit dan kredit. Penggunaan sistem ini mengharuskan adanya pengaturan sedemikian rupa terhadap kedua bagiannya agar selalu seimbang. Sistem double-entry memungkinkan adanya pembukuan yang sistematis beserta dengan laporan keuangan yang terpadu.

Selain Cotrugli, ada pula Luca Bartolomes Pacioli yang menciptakan sistem pencatatan dengan menggunakan memorandum, jurnal, serta leger. Pacioli-lah yang kini dikenal sebagai Bapak Akuntansi Dunia. Ia adalah penulis dari buku Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Proportionalita pada 1494. Buku ini tercatat sebagai buku pertama yang mengusung topik sistem pencatatan double-entry.

Setelah menulis buku tersebut, Pacioli diundang untuk menjadi pengajar matematika di Court of Duke Lodovico Maria Sforza yang berada di Milan. Pssst, ternyata Leonardo da Vinci adalah salah satu dari murid Pacioli, lho!

 

Perkembangan Akuntansi di Indonesia


Sejarah akuntansi dilanjutkan dengan pendirian organisasi profesi akuntan pertama di dunika yang didirikan di Skotlandia pada 1854. Kala itu, anggota dari organisasi profesi tersebut menamakan diri mereka ‘chartered accountants’. Semakin bertambahnya jumlah perusahaan dan pelaku bisnis lainnya, kebutuhan publik akan profesi akuntan pun meningkat. Profesi ini kemudian dengan cepat menjadi bagian penting dari sistem bisnis dan finansial!

Saat ini, organisasi profesi akuntan dapat ditemukan di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).


Di Indonesia, penggunaan sistem pencatatan akuntansi diperkirakan telah ada pada era penajajahan Belanda, sekitar tahun 1642. Hal ini diperkuat dari penemuan terhadap praktik pembukuan yang dijalankan oleh Amphioen Societeit. Belanda sendiri menggunakan sistem double-entry dalam pencatatannya.

Pada 1907, sistem auditing mulai dikenal di Indonesia. Meski begitu, sistem ini baru mulai dipergunakan setelah zaman penjajahan berakhir. Pada 1947, Indonesia hanya memiliki satu orang akuntan berkebangsaan Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari.

Saat ini, akuntansi di Indonesia tentu saja sudah berkembang begitu pesat. Pendidikan akuntansi pun dapat ditemukan dengan mudah pada universitas, baik negeri maupun swasta, sekolah tinggi, bahkan di SMK. Dengan begitu, diharapkan jumlah akuntan profesional di Indonesia akan selalu mengimbangi kebutuhan perusahaan yang senantiasa berkembang pula.

Sekian sejarah akuntansi singkat yang bisa Smartpro Blog berikan. Jadi, bagaimana pandanganmu tentang akuntansi sekarang, SobatSmartpro? Ternyata, akuntansi telah dikenal sejak dulu kala, ya! Selama masih ada kegiatan transaksi terjadi, akuntansi memang akan selalu dibutuhkan.

Setelah membaca artikel ini, apakah kamu jadi semakin mantap masuk jurusan akuntansi? Atau, bagi kamu yang semula masih belum menentukan jurusan, apakah kamu jadi tertarik untuk melanjutkan studi di jurusan dengan prospek kerja yang begitu luas ini?

Apapun keputusanmu, matangkan dirimu dengan materi-materi berkualitas yang disediakan Smartpro Video, yuk. Dengan metode belajar yang seru dan menyenangkan, perjalananmu menuju SBMPTN sudah pasti lancar, SobatSmartpro. Buruan diklik, ya!

Sumber:

http://thoughtco.com/history-of-accounting-1991228/
http://akuntansilengkap.com/akuntansi/lengkap-sejarah-akuntansi-di-indonesia-dan-dunia-serta-perkembangannya/
https://en.wikipedia.org/wiki/Luca_Pacioli
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/ekonomi/sejarah-akuntansi-singkat/

Penulis: Evita

Connect with us

Bintaro Sektor 3A, Jl. Pd. Betung Raya No.87A, Pd. Betung, Pd. Aren,

Kota Tangerang Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 15221

  • Office (021) 7374496

  • Mobile +62 838 0789 1577

  • Email smartpro.education@gmail.com

Newsletter

Enter your email and we'll send you more information