BLOG & ARTIKEL

Mengenal apa itu Sistem Drop Out di PKN STAN?

Waw DO !!!

 

Dengernya ajah udah ngeri yak. Ini nih yang paling ditakutkan oleh anak PKN STAN. Tapi kaka rasa kalian para calon mahasiswa PKN STAN tidak perlu merasa takut dengan yang namanya DO jika sudah membaca tulisan ini :D 

 

Sebelumnya kaka jelaskan dulu DO itu apa yaa ...

Image result for drop out

 

DO. DO atau singkatan dari Drop out merupakan dikeluarkan atau diberhentikan secara paksa dari keanggotaan dan kegiatan kampus. DO di PKN STAN tidak dikenakan biaya ganti rugi. 

 

PKN STAN itu memakai sistem DO, yakni suatu sistem yang bisa ngeluarin mahasiswa dari PKN STAN tanpa ampun dan tanpa kompromi. Serem ya? 

 

Terus bagaimana sih sistem DO di PKN STAN dilaksanakan?

 

Sistem DO yang terkenal tanpa belas kasihan ini, merupakan alasan bagi lembaga untuk mengeluarkan mahasiswa dari bangku pendidikan di PKN STAN karena berbagai pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bisa juga sebagai control oleh lembaga untuk mengendalikan mahasiswanya. Sehingga ketika mahasiswa itu telah lulus 6X dari lubang jarum yang bernama DO bisa mengabdi kepada masyarakat sebagai PNS kelak. 

 

Logikanya, biaya pendidikan sudah digratiskan, dengan memakai uang rakyat, sehingga lembaga berhak melakukan control terhadap mahasiswa yang notabene adalah sebagai pengguna uang rakyat tersebut, jangan terus malah enak-enakan dan tidak mau menunaikan tugasnya untuk belajar dan terus belajar.

 

Ini lah beberapa alasannya lembaga memulangkan mahasiswanya secara paksa (DO) :

 

» Terkena hukuman berat.

Beberapa point yang perlu diperhatikan agar tidak terkena hukuman berat :

- Jangan pernah berantem / berkelahi.

- Jangan buat masalah dengan Dosen.

 

» Nilai IP (Indeks Prestasi) kurang dari minimal syarat kelulusan.

Minimal IP semester ganjil adalah 2,41 dan Minimal Indeks Prestasi Kumulatif 

 

Indeks Prestasi atau IP untuk semester ganjil kurang dari 2,41 dan IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif pada semester genap kurang dari 2,75.

Atau IP untuk semester ganjil kurang dari 2,41 dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) pada Semester genap selanjutnya kurang dari 2,75. Asalkan tidak “neko-neko” InsyaAlloh pasti bisa lolos dari nilai minimal itu. IP mahasiswa rata-rata diatas 3.00, jadi asal mengikuti tren mahasiswa biasa kamu pasti lolos dari nilai minimal itu.

 

» Absensi (tingkat kehadiran) mahasiswa minimal 90%.

Artinya, jika dalam satu semester ada 16X tatap muka, maka mahasiswa tersebut harus hadir minimal 14X tatap muka. Kurang dari itu... berarti tidak boleh mengikuti ujian, sehingga pihak lembaga dalam hal ini Sekretariat PKN STAN akan mengeluarkan Surat Tidak Boleh Mengikuti Ujian. Tidak ikut ujian sama dengan dapat nilai 0 (nol). Itu berarti IP or IPK tidak akan bias sampai pada batas minimum yang dipersyaratkan untuk lulus. Artinya DO juga. 

 

» Mendapat nilai kurang dari minimal.

Yaitu nilai E disemua mata kuliah, atau 2 (dua) nilai D pada MKDK, atau mendapat 1 (satu) nilai D pada MKU dan MKK.

 

» Nyontek dan atau bekerja sama saat ujian.

Kalau sampai ketangkap kamera ketahuan nyontek atau bekerja sama dengan teman itu sama saja dengan bunuh diri. Mending tidak bisa mengerjakan dan mengandalakan adanya ujian perbaikan, daripada kamu nekat nyontek. Separah-parahnya gak bisa ngerjain, nilai kamu pasti bisa ketolong oleh Aktivitas Harian kamu, kecuali kamu emang gak pernah masuk kuliah. Hukuman Nyontek dan atau bekerja sama dengan teman sewaktu ujian berlangsung hanya satu, yaitu DO.

 

Hal-hal diatas yang paling sering menjadi batu ganjalan bagi semua mahasiswa yang bercita-cita ingin mengabdi kepada Negara. Niat baik tidak selamanya lurus-lurus aja, ingat itu!!!

 

Connect with us

Bintaro Sektor 3A, Jl. Pd. Betung Raya No.87A, Pd. Betung, Pd. Aren,

Kota Tangerang Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 15221

  • Office (021) 7374496

  • Mobile +62 838 0789 1577

  • Email smartpro.education@gmail.com

Newsletter

Enter your email and we'll send you more information