BLOG & ARTIKEL

Mau Jadi PNS Tanpa Tes dan Lulus Sekolah Kedinasan? Kalian Harus Lakukan Ini untuk Negara

Ingin jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa harus ikut tes maupun menempuh pendidikan ikatan dinas?

Hal itu bukanlah sesuatu yang bukan tidak mungkin terjadi.

Inilah kebijakan yang diberikan pemerintah kepada para atlet berprestasi tingkat internasional.

Mau Jadi PNS Tanpa Tes dan Lulus Sekolah Kedinasan? Kalian Harus Lakukan Ini untuk Negara

Seperti di ajang Asian Games 2018 kali ini, atlet yang berhasil mendapat medali akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin yang merupakan Cdm Indonesia pada gelaran Asian Games 2018.

Ia menjanjikan setiap atlet yang meraih medali, apakah itu emas, perak, atau perunggu akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Polri, atau TNI.

"Bukan hanya yang meraih emas saja, melainkan juga perak dan perunggu bisa menjadi PNS atau anggota Polri," ujar Syafruddin.

Para pemain Timnas U-23 Indonesia juga berhak atas bonus pekerjaan dari Syafruddin itu.

Tim asuhan Luis Milla itu ditargetkan masuk semifinal sepak bola Asian Games 2018.

Jika mampu menempati peringkat ketiga, itu artinya meraih medali perunggu dan berhak pula atas profesi sebagai PNS, anggota Polri atau TNI.

Sementara untuk atlet peraih medali yang statusnya telah PNS, akan dipikirkan hadiah kejutan untuknya.

Tak hanya jadi PNS, para peraih medali Asian Games akan diganjar hadiah uang. Untuk emas, Pemerintah akan memberi hadiah Rp 1,5 miliar.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pada maret lalu mengungkapkan anggaran untuk bonus sekitar Rp60 miliar dengan asumsi tertentu jika nanti bonus melampaui kebutuhan nominal itu maka akan disiapkan anggaran baru dari Kemenkeu.

 

“Bonus ini akan sama bagi atlet Asian Games dan atlet Asian Para Games,” jelas Menpora seraya menambahkan, ketentuan ini telah berlaku sejak olimpiade dan Paralympiade Brasil, SEA Games Singapura dan Kuala Lumpur hingga Asian Games Jakarta tanpa membedakan sedikitpun.

Jadi kalau mau jadi PNS tanpa harus ikut tes dan lulus sekolah kedinasan, kalian harus jadi atlet dulu ya.......

Sementara itu, jadwal penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (2018) masih simpang siur. Pelaksanaan penerimaan tak mungkin digelar di Bulan Agustus 2018.

Pasalnya jika merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 11/2017 tentang Manajemen PNS, di pasal 22 diatur secara jelas tentang mekanisme pengumuman lowongan PNS.

Pada pasal Pasal 22 ayat 1 disebutkan: panitia seleksi instansi pengadaan PNS mengumumkan lowongan Jabatan PNS secara terbuka kepada
masyarakat berdasarkan pengumuman lowongan oleh panitia seleksi nasional pengadaan PNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21.

Ayat : Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan paling singkat 15 (lima belas) hari kalender.

Merujuk pada aturan itu, jika pengumuman dilakukan pada 20 Agustus 2018, maka penerimaan CPNS kemungkinan akan dilakukan di September 2018.

Sampai sejauh ini, proses penerimaan CPNS masih menunggu intruksi dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Menpan dan RB, Syafruddin yang baru dilantik pekan lalu memastikan penerimaan CPNS 2018 akan terus berjalan, walaupun dirinya baru saja diangkat sebagai meneteri menggantikan Asman Abnur.

Ia menyebut, akan merapatkan terlebih dahulu dengan jajarannya di Menpan RB.

‎"(CPNS?) Lanjut terus. (Penetapan formasi?) Nanti kita rapatkan dulu. Ini saya baru Sertijab‎," ujar Syafruddin di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Saat ditanya apakah CPNS akan tetap dibuka Agustus, Syafruddin menjelaskan jika semua akan dirapatkan terlebih dahulu.

"(CPNS dibuka Agustus?) Iya nanti kita rapatkan dulu.

Tapi semua program yang sudah dicanangkan akan kita laksanakan di sisa waktu pemerintahan ini," kata dia.

Syafruddin lantas mengungkapkan jika dirinya harus berkonsentrasi untuk mengurus Asian Games 2018 terlebih dahulu.

Pasalnya, dalam ajang internasional tersebut, Syafruddin bertindak sebagai Ketua Kontingen atau Chef de Mission (CdM).

Ia pun mengakui jika telah mendapatkan izin langsung dari Presiden.

 

"Saya sudah diizinkan untuk menyelesaikan tugas di Asian Games oleh Bapak Presiden.

Jadi setelah ini saya konsentrasi dulu menyelesaikan tugas di Asian Games. Karena waktu tinggal dua hari," kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana justru mengutarakan adanya kemungkinan jadwal penerimaan CPNS 2018 yang kembali mundur.

"Pak Menteri kan Chef de Mission, jadi butuh waktu, ini kan dua perhelatan besar, jadi Asian Games tanggal 2 (September) selesainya,

fokus ke sana dulu, baru setelah itu kita rilis," kata Bima kepada awak wartawan di Kantor Kementerian PAN-RB, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Meski membeberkan kemungkinan CPNS yang akan mundur ke September, Bima belum bisa memastikan tanggalnya.

"Kemungkinan (September), September baru selesai Asian Games.

Pak Menterinya Chef de Mission, dan harus paham dulu sebelum mengambil keputusan," tukasnya.

Menurut Bima, jika tak ada pergantian Menteri, kemungkinan besar CPNS akan dilaksanakan lebih cepat.

Namun, ia mengatakan ini bukan masalah besar.

Simulasi Sistem CAT

Seleksi CPNS tahun ini juga akan dilaksanakan secara terintegrasi menggunakan portal sscn.bkn.go.id.

Oleh karena itu, peserta tak perlu membuka dua portal untuk mendaftar.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana ;pendaftar di beberapa kementerian atau lembaga, harus membuka dua portal saat pendaftaran.

Selain sistem pendaftaran yang terintegrasi, tahun ini seluruh tes kompetensi, baik itu seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) hanya akan dilakukan melalui seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN.

“Dengan perubahan mekanisme ini seluruh proses seleksi CPNS dipastikan sesuai ekspektasi publik,” kata Iwan saat menjadi Keynote Speaker dalam Rakornas Kepegawaian 2018, seperti dikutip dari laman resmi Setkab.

Sembari menunggu diumumkannya penerimaan CPNS, para calon pendaftar harus memahami tata cara tes dan persyaratan yang dibutuhkan.

Apa itu Computer Assisted Tes (CAT) BKN?

CAT (Computer Assisted Test ) adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS.

Peserta langsung mengerjakan ujian di komputer, waktu tes yang tersisa juga terlihat jelas di monitor.

Peserta hanya perlu mengetuk mouse untuk memilih jawaban yang benar, jika soal dalam bentuk pilihan ganda.

Dijelaskan di laman cat.bkn.go.id, hasil seleksi dengan CAT dapat langsung dilihat tanpa menunggu lama.

Nilainya akan langsung ke luar setelah selesai ujian.

Hasil ujian dengan CAT BKN dapat dipertanggungjawabkan.

Aksi peserta pada setiap soal termonitor dalam sistem yang memudahkan dalam audit, sehingga ketahuan jika terjadi hal tak terduga.

Pergerakan nilai dari awal pengerjaan sampai selesai dapat diikuti, sehingga jawaban peserta dapat dilacak.

Saat ini, stasiun CAT BKN tersebar hampir di setiap provinsi, yang aktif digunakan untuk ujian CPNS maupun uji kompetensi pegawai.

Kamu juga dapat belajar mengerjakan soal melalui laman simulasi CAT milik BKN, klik di sini atau kunjungi http://cat.bkn.go.id/simulasi/akun/.

Connect with us

Bintaro Sektor 3A, Jl. Pd. Betung Raya No.87A, Pd. Betung, Pd. Aren,

Kota Tangerang Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 15221

  • Office (021) 7374496

  • Mobile +62 838 0789 1577

  • Email smartpro.education@gmail.com

Newsletter

Enter your email and we'll send you more information