BLOG & ARTIKEL

Definisi dan Proses Siklus Akuntansi

Article Index

Halo, Kawan Stanners! Bagaimana kabarnya? Mudah-mudahan selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, ya. Kawan Stanners, siapa di antara kalian yang suka belajar akuntansi atau mungkin mau mendalami ilmu akuntansi?

Kalau kalian salah satunya, nggak salah banget nih kalian mampir ke artikel yang satu ini. Dalam artikel ini, Admin akan membahas definisi dan proses siklus akuntasi. Wah, akuntasi ada siklusnya juga? Seperti apa sih siklus akuntasi itu dan apa fungsinya bagi perusahaan-perusahaan?

Buat kalian yang penasaran, yuk langsung simak penjabaran mengenai siklus akuntansi di bawah ini.

Definisi Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi adalah proses penyusunan laporan keuangan sebuah perusahaan atau organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan dengan baik serta diterima secara umum sesuai dengan prinsip, kaidah, prosedur, metode, dan teknik ruang lingkup akuntansi.

Siklus akuntansi ini dibuat dalam suatu periode tertentu untuk menghasilkan yang namanya informasi akuntansi. Proses ini tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar tetapi juga perusahaan kecil, Kawan Stanners. Kenapa?

Sebab informasi akuntansi yang sederhana sebatas mencatat jumlah pengeluaran dan pemasukan secara sederhana belum bisa dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dalam operasional perusahaan.

Siklus akuntansi ini dilakukan secara berulang-ulang, mulai dari pencatatan bukti transaksi hingga penyajian laporan keuangan. Dengan adanya informasi akuntansi, perusahaan bisa mengatur pengeluaran dan pemasukan secara baik, transparan, dan rapi. Sehingga jika suatu hari dibutuhkan, informasi akuntansi sudah siap tinggal disajikan.


Tahapan Proses Siklus Akuntansi
Pencatatan Bukti Transaksi Keuangan
Siklus akuntansi dimulai dari pencatatan bukti-bukti transaksi keuangan. Bukti-bukti ini misalnya seperti kuitansi, surat pengakuan utang-piutang, akte, surat perjanjian, wesel, faktur penjualan, faktur pembelian, penerimaan kas, kartu jam kerja, dan lain-lain.

Jika sudah mendapat bukti-buktinya, tidak hanya dikumpulkan kalian juga harus menganalisa dan mengidentifikasi transaksi untuk membuktikan kebenaran nilai dan status transaksi ini.

Membuat Jurnal Transaksi
Jika bukti-bukti sudah dianalisa, selanjutnya yang akan kamu lakukan adalah membuat jurnal transaksi. Jurnal transaksi ini dicatat setiap hari dalam sebuah buku dan sering disebut sebagai proses pencatatan atau “menjurnal”.

Kalau kamu tidak mau miss posting alias pusing tujuh keliling saat akhir nanti, ada baiknya kalau jurnal ditulis setiap kali sehabis transaksi. Dalam jurnal transaksi ada beberapa kolom yang harus selalu tersedia, seperti kolom tanggal, nomor bukti, akun transaksi, keterangan, debit, kredit, dan saldo.

Memindahkan Jurnal Transaksi ke Buku Besar
Nah, agar laporan siklus akuntansi lebih terstruktur, dibuatlah yang namanya buku besar. Apa itu buku besar? Kalau dalam jurnal transaksi semua transaksi digabung jadi satu (utang, piutang, kas), lain halnya dalam buku besar.

Di dalam buku besar, catatan transaksi dipindahkan ke dalam kelompok akun sesuai dengan jenis transaksinya. Misalnya, akun utang terdiri dari transaksi yang berupa utang saja dan akun kas hanya terdiri dari transaksi yang berupa kas saja.

Lewat buku besar, kita jadi bisa melihat siklus akuntansi lebih rapi sesuai dengan jenis kelompok akunnya masing-masing. Kemudian, kumpulan nilai-nilai transaksi ini akan membentuk nilai akhir yang disebut dengan saldo akhir (bisa berupa saldo debit atau saldo kredit sesuai jenis akunnya).


Menyusun Neraca Saldo atau Neraca Percobaan
Nah, kini saatnya kalian membandingkan nilai jenis akun bersaldo debit dengan nilai jenis akun bersaldo kredit. Kalau sudah sama alias balance, selamat berarti kalian sudah lulus mengerjakan laporan siklus akuntansi dengan baik.

Biasanya neraca percobaan atau trial balance ini dilakukan setiap menjelang penutupan buku. Terus, bagaimana dengan saldo debit dan kredit yang tidak seimbang bahkan hanya beda 1 angka saja? Well, silakan mengecek kembali Kawan Stanners, karena pasti ada transaksi yang tidak tercatat atau salah hitung.

Membuat Laporan Keuangan
Last nih, Kawan Stanners! Dalam proses siklus akuntansi kalian wajib membuat laporan keuangan. Umumnya, laporan keuangan terdiri dari laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, dan neraca.

Ada lima jenis laporan keuangan yang harus kamu buat, yakni:

  1. Laporan laba/rugi: Laporan yang berisi laba atau rugi bersih perusahaan dalam periode tertentu.
  2. Neraca: Laporan yang berisi posisi keuangan pada akun-akun aset, modal, dan kewajiban.
  3. Laporan arus kas: Laporan yang berisi aliran dana kas masuk dan keluar perusahaan (investasi, operasional, dan pendanaan) dalam periode tertentu.
  4. Laporan perubahan modal: Laporan yang berisi perubahan modal pemilik perusahaan dalam periode tertentu.
  5. Catatan atas laporan keuangan: Laporan tambahan yang berisi informasi lebih detail atas suatu akun tertentu.

Connect with us

Bintaro Sektor 3A, Jl. Pd. Betung Raya No.87A, Pd. Betung, Pd. Aren,

Kota Tangerang Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 15221

  • Office (021) 7374496

  • Mobile +62 838 0789 1577

  • Email smartpro.education@gmail.com

Program Terbaik