BLOG & ARTIKEL

Apa Perbedaan Rapor di Indonesia dengan Negara Lain?

Desember sudah setengah bulan berlalu, artinya sebentar lagi kamu akan menerima rapor semester gasal, lho SobatSmartpro! Sudahkah kalian mempersiapkan diri? Nah, daripada gelisah menanti nilai-nilai yang akan tertulis di rapor, lebih baik SobatSmartpro menyimak perbedaan rapor di Indonesia dengan rapor yang diterima anak-anak di negara lain berikut ini. Apakah mereka juga tegang ketika pembagian rapor? Yuk, cari tahu!

1. Finlandia

perbedaan rapor

Sekolah-sekolah di Finlandia tidak menggunakan peringkat atau menerapkan kompetisi pada setiap anak (Sumber: pinterest.com)

Sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, Finlandia tidak membeda-bedakan kemampuan setiap anak. Oleh karena itu, tidak ada peringkat atau kompetisi di dalam kelas maupun sekolah. Setiap anak memiliki kesempatan mengembangkan dirinya secara maksimal. Tak jarang, guru akan memberikan soal ujian yang tingkat kesulitannya berbeda untuk masing-masing anak, mengikuti kemampuan anak tersebut.

Kemudian, setiap akhir semester, orang tua akan menemani anak mengambil rapor. Di dalam rapor itu, guru sudah menuliskan penilaian individu yang spesifik untuk setiap anak, sebab gurulah yang paling memahami kemampuan anak di dalam kelas. Sementara nilai dalam mata pelajaran hanya berisi keterangan apakah si anak lulus atau tidak lulus.

2. Jepang

Kalau SobatSmartpro menerima rapor setiap enam bulan sekali di akhir semester, maka anak-anak di Jepang menerima rapor per caturwulan atau empat bulan sekali. Jadi, mereka menerima rapor sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Namun, rapor yang hanya ditulis dalam selembar kertas ini cukup dibagikan kepada anak-anak di hari terakhir sekolah, tidak perlu dihadiri orang tua.

perbedaan rapor

Guru akan membagikan rapor kepada anak-anak di Jepang pada hari terakhir masuk sekolah (Sumber: english.kyodonews.net)

Sementara itu, orang tua di rumah tetap bisa mengevaluasi kemampuan belajar anaknya. Setiap pelajaran dijabarkan menjadi beberapa indikator. Misalnya, dalam pelajaran bahasa Jepang, indikatornya terdiri dari membaca, mendengar, berbicara, dan menulis. Indikator-indikator ini pun memiliki nilai masing-masing sehingga orang tua bisa mengetahui di mana letak kekurangan anaknya.

Nilai yang diberikan guru juga bukan berupa angka, melainkan simbol yang menandakan nilai anak tersebut. Simbol segitiga berarti nilainya kurang, bulat berarti nilainya cukup, dan dua bulat berarti nilainya baik. Oleh karena itu, orang tua harus jeli mengamati simbol-simbol pada rapor anak-anaknya.

Selain rapor, setiap anak yang daftar kehadirannya penuh akan menerima piagam yang disebut kaikinsyou. Pemberian piagam ini membuat anak-anak di Jepang semangat masuk sekolah setiap hari.

3. Australia

perbedaan rapor

Anak-anak di Australia bisa memperbaiki diri melalui penilaian yang ditulis guru di dalam rapor (Sumber: thewest.com.au)

Sama dengan Indonesia, anak-anak di Australia juga menerima rapor sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu di akhir term atau semester. Rapor yang dibagikan berupa buku, yang isinya terdiri dari deskripsi kemampuan anak secara umum di kelas dan dalam semua mata pelajaran (ditulis oleh wali kelas), serta deskripsi kemampuan anak dalam beberapa mata pelajaran (ditulis oleh masing-masing guru bidang studi).

Nilai yang diberikan pun ditulis dalam huruf, dari A sampai E. Seorang anak yang memperoleh nilai C berarti telah memenuhi standar capaian yang diharapkan pada tingkat itu. Jika nilainya lebih baik dari standar itu, maka ia bisa memperoleh nilai A atau B. Sedangkan, jika nilainya lebih buruk, ia bisa memperoleh nilai D atau E. Selain itu, kemampuan bekerja (indikatornya berupa usaha dan perilaku) anak di dalam kelas dinilai menggunakan angka, dari 1 sampai 5. Angka 1 berarti sangat buruk dan angka 5 berarti sangat baik.

Rapor anak-anak di Australia berfungsi untuk memberi tahu sang anak bagian-bagian mana yang bisa ia perbaiki di semester berikutnya. Oleh karena itu, tidak ada informasi mengenai peringkat setiap anak di dalam kelas.

SobatSmartpro, ternyata rapor yang biasa kalian terima dengan rapor di negara-negara lain sangat berbeda ya! Hal ini bisa dikarenakan sistem pendidikan dan kurikulum yang digunakan setiap negara juga berbeda. Mau tahu cara agar tidak tegang saat terima rapor? Yuk, tingkatkan prestasi dan nilaimu di kelas dengan ruang-diskusi.

Connect with us

Bintaro Sektor 3A, Jl. Pd. Betung Raya No.87A, Pd. Betung, Pd. Aren,

Kota Tangerang Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 15221

  • Office (021) 7374496

  • Mobile +62 838 0789 1577

  • Email smartpro.education@gmail.com

Newsletter

Enter your email and we'll send you more information